Ka. UPT Bahasa UIN FAS Bengkulu, Dr. Dedi Efrizal, M.Pd., Jadi Narasumber Bimtek Kepenulisan Budaya Lokal di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu
-
Okt, Jum, 2026
BENGKULU – Dalam upaya menggali, mendokumentasikan, dan melestarikan kekayaan budaya lokal melalui karya tulis, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni pada tanggal 6, 13, dan 20 Oktober 2026, dengan menghadirkan Dr. Dedi Efrizal, M.Pd., Dosen sekaligus Kepala UPT Bahasa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, sebagai narasumber.
Mengusung semangat “Menggali Potensi Budaya Lokal melalui Karya Tulis yang Inspiratif”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan kreativitas bagi peserta untuk mengangkat kekayaan budaya Bengkulu ke dalam karya tulis yang informatif, menarik, dan bernilai bagi generasi mendatang.

Dalam pemaparannya, Dr. Dedi Efrizal menekankan bahwa budaya lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber pengetahuan, identitas, nilai moral, dan inspirasi yang relevan untuk menjawab tantangan zaman. Berbagai tradisi, adat istiadat, cerita rakyat, bahasa daerah, kearifan lokal, hingga praktik kehidupan masyarakat menyimpan banyak pelajaran yang patut diabadikan melalui tulisan.
“Menulis tentang budaya lokal berarti merawat ingatan kolektif masyarakat. Apa yang hari ini kita anggap biasa, bisa menjadi pengetahuan yang sangat berharga bagi generasi mendatang apabila didokumentasikan dengan baik. Karena itu, kita perlu membangun keberanian untuk menulis, ketekunan untuk menggali fakta, dan kepedulian untuk menjaga warisan budaya daerah,” ungkapnya dalam kegiatan tersebut.
Ia juga memotivasi peserta agar tidak menganggap menulis sebagai aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh akademisi, peneliti, atau penulis profesional. Menurutnya, setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan sudut pandang yang dapat dikembangkan menjadi karya tulis yang bermakna. Hal terpenting adalah kemauan untuk memulai, kesediaan untuk terus belajar, serta komitmen untuk menghasilkan tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bimtek yang dilaksanakan secara bertahap ini menekankan tiga proses penting dalam menghasilkan karya tulis berbasis budaya lokal, yaitu menyelaraskan, menyunting, dan menerbitkan. Pada tahap menyelaraskan, peserta diarahkan untuk menemukan ide dan menghubungkan pengetahuan dengan potensi budaya lokal Bengkulu. Selanjutnya, tahap menyunting berfokus pada penguatan struktur tulisan, ketepatan bahasa, kualitas informasi, serta penyajian narasi agar lebih sistematis dan menarik. Adapun tahap menerbitkan mendorong peserta untuk menghasilkan naskah yang layak dipublikasikan dan menjadi bagian dari koleksi pengetahuan budaya daerah.
Pelaksanaan dalam tiga tahap tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan gagasan secara bertahap, memperbaiki kualitas tulisan, serta memahami bahwa sebuah karya yang baik membutuhkan proses, ketelitian, dan keterbukaan terhadap masukan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis menulis, tetapi juga pada pembentukan kesadaran bahwa setiap individu dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui karya nyata.
Kegiatan ini memiliki arti strategis bagi penguatan literasi masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan gaya hidup generasi muda, dokumentasi budaya lokal melalui tulisan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan identitas daerah. Karya tulis yang berkualitas dapat menjadi sumber pembelajaran, bahan penelitian, media promosi kebudayaan, sekaligus referensi bagi masyarakat yang ingin mengenal Bengkulu secara lebih mendalam.
Dr. Dedi Efrizal berharap, melalui kegiatan ini, peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu melahirkan karya nyata yang dapat dibaca, dipelajari, dan diwariskan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bimbingan teknis tidak semata-mata diukur dari terselenggaranya kegiatan, melainkan dari keberlanjutan semangat peserta dalam menulis dan menghasilkan karya setelah kegiatan berakhir.
“Jangan menunggu menjadi penulis hebat untuk mulai menulis. Mulailah dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita, gali cerita dari lingkungan sendiri, dokumentasikan tradisi yang masih hidup, dan tuliskan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Tulisan yang sederhana, apabila disusun dengan sungguh-sungguh dan didasarkan pada fakta, dapat menjadi warisan pengetahuan yang luar biasa,” pesannya.
Melalui Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2026 ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai penggerak literasi dan pelestarian pengetahuan daerah. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menjadikan menulis sebagai gerakan bersama dalam merawat identitas, mengangkat potensi lokal, dan memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu kepada khalayak yang lebih luas.
Dari budaya menjadi cerita, dari cerita menjadi tulisan, dan dari tulisan menjadi warisan pengetahuan bagi generasi mendatang.
