UPT Bahasa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar Perkuat Kolaborasi melalui Penandatanganan Perjanjian Kerjasama

Batusangkar, 21 Agustus 2026. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melakukan kunjungan silaturahmi dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama ke UPT Bahasa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatera Barat, Jumat (21/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik sekaligus mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengembangan program dan layanan kebahasaan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Kunjungan tersebut sebelumnya secara resmi diajukan melalui surat permohonan benchmarking UPT Bahasa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Kegiatan tersebut diikuti secara lengkap oleh jajaran UPT Bahasa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, yaitu Kepala UPT Bahasa Dr. Dedi Efrizal, M.Pd., H. Makmur, Lc., MA, Endang Haryanto, M.Pd., Rezky Atri Oktarin, M.Pd., dan Budi Utomo, S.Ak. Turut hadir dosen Bahasa Inggris Pahrozi Ahmad, M.Pd., serta perwakilan tim LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Amar Solid Hidayat, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dr. Dedi Efrizal, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi antarlembaga, tetapi merupakan momentum untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, dan praktik baik dalam pengelolaan layanan kebahasaan.

“Benchmarking dan kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk saling belajar dan memperkuat kualitas layanan kebahasaan. Kami ingin melihat praktik-praktik baik yang telah dikembangkan UPT Bahasa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, sekaligus berbagi pengalaman dan inovasi yang telah kami kembangkan di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.” ujar Dr. Dedi.

Menurutnya, pengembangan UPT Bahasa harus terus beradaptasi dengan kebutuhan mahasiswa dan tuntutan akademik yang semakin dinamis. Karena itu, kerja sama antarlembaga menjadi penting untuk mendorong inovasi layanan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan program bahasa, serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan akademik.

Sementara itu, Kepala UPT Bahasa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Silfia Rahmi, M.Pd., menyambut baik kunjungan tim UPT Bahasa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Ia menilai kegiatan benchmarking merupakan ruang yang sangat penting untuk membangun jejaring dan memperkuat sinergi antar-UPT Bahasa di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

“Kami menyambut baik kunjungan UPT Bahasa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Silaturahmi dan benchmarking seperti ini sangat penting karena masing-masing lembaga memiliki pengalaman dan inovasi yang dapat saling dipelajari. Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan,” ungkap Silfia Rahmi, M.Pd.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga mendiskusikan berbagai aspek pengembangan layanan kebahasaan, mulai dari pengelolaan program, peningkatan kompetensi bahasa mahasiswa, layanan pengujian bahasa, pelatihan dan kursus, hingga peluang pengembangan kerja sama kelembagaan. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif dengan semangat saling berbagi pengalaman serta mencari model pengembangan layanan yang relevan dengan kebutuhan sivitas akademika.

Kehadiran dosen Bahasa Inggris dan tim LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu turut memberikan perspektif yang lebih luas dalam pembahasan. Sinergi antara UPT Bahasa, dosen, dan lembaga penelitian serta pengabdian diharapkan dapat membuka peluang pengembangan program yang tidak hanya berorientasi pada layanan bahasa, tetapi juga mendukung kegiatan akademik, penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan benchmarking ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih konkret antara UPT Bahasa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan UPT Bahasa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, baik dalam bidang pengembangan program kebahasaan, peningkatan kapasitas SDM, pertukaran pengalaman, maupun inovasi layanan berbasis teknologi.

Melalui semangat “saling belajar, berbagi, dan berkolaborasi”, kedua UPT Bahasa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kebahasaan sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penguatan budaya akademik dan peningkatan daya saing mahasiswa di tingkat nasional maupun globa